Sudah menjadi rutinitas pagi bagi seorang pria yang tidak lagi muda, sigap menyiapkan beberapa cangkir minuman panas untuk diantarkan ke sejumlah meja pegawai di gedung C Politeknik STTT Bandung. Pada kesempatan lain, dia juga terlihat tengah memanggul galon air minum mineral untuk dikirimkan ke ruangan perkantoran atau laboratorium. Di hari lain, pria ini juga bertugas  menyajikan kudapan dan makan siang pada kegiatan rapat kantor. Dialah Jumiran (lebih akrab dipanggil Abah karena usianya yang sudah tidak muda lagi), seorang pegawai kontrak yang mengemban tugas sebagai Pelaksana pada Subbag Rumah Tangga Politeknik STTT Bandung.

Sebagai pegawai kontrak senior, Abah Jumiran seringkali diberi kepercayaan untuk mengkoordinir tim kebersihan dalam persiapan kegiatan yang dilaksanakan oleh kampus ataupun mahasiswa. Membersihkan ruangan, menata kursi dan meja, hingga memasang backdrop dan umbul-umbul dapat diselesaikan dengan baik oleh tim yang dikelolanya. Ketika jam kerja berakhir, tak jarang Abah Jumiran menjadi orang terakhir yang terus melanjutkan pekerjaan untuk memastikan ruangan dan semua kelengkapannya siap dipergunakan pada waktunya. Sikap kerjanya yang rajin, gesit, tidak perhitungan dan nyaris tidak pernah mengeluh memberikan kesan yang baik di kalangan civitas akademika Politeknik STTT Bandung.

Di usianya yang genap 60 tahun, Abah Jumiran memiliki performa fisik yang sangat prima. Jarang sekali sakit atau sekedar mengeluhkan kondisi kesehatannya. Hal ini tidak terlepas dari rutinitas olah raga yang dilakukannya, berlari. Ya, Abah Jumiran adalah Master Runner syarat pengalaman. Menurut cerita darinya, pada usia yang sangat muda Abah Jumiran pernah lolos seleksi Pelatda Atletik Jawa Barat namun harus terhenti karena suatu hal. Meskipun begitu, berlari sudah kadung menjadi hobi yang ditekuninya hingga sekarang. Tak heran di usianya yang terbilang senja, Abah masih mampu menyelsaikan lari jarak jauh pada kategori Half Marathon bahkan Full Marathon. Kebiasaan baiknya ini telah menginspirasi beberapa orang pegawai di lingkungan Politeknik STTT Bandung untuk menekuni olah raga lari, berharap kelak di hari tua memiliki tingkat kebugaran yang sama dengan Abah.

Bekerja dengan penuh totatlitas, fokus, tuntas dan tidak pamrih yang ditunjukkan Abah Jumiran saat melayani civitas adalah bentuk profesionalisme seorang Pelaksana Rumah Tangga. Sikap kerja Abah Jumiran sudah sepatutnya menjadi teladan bagi seluruh ASN di lingkungan Politeknik STTT Bandung dalam hal memberikan pelayanan kepada seluruh stakeholder, baik mahasiswa yang berada di dalam lingkungan kampus maupun industri selaku pengguna lulusan.

Kondisi kesehatan yang prima turut berkontribusi terhadap performa kerja seorang Abah Jumiran di usianya yang tidak lagi muda. Betapa tidak, bagaimana mungkin kita bekerja secara optimal jika sering sakit-sakitan? Bagaimana mungkin kita menularkan semangat kerja yang enerjik jika kita sendiri lemah? Maka pelajaran berikutnya dari seorang Abah adalah, be health, sehatlah…! Jagalah raga yang Tuhan titipkan kepada kita agar dapat menunjang diri dalam menjalankan tugas hingga akhir masa bakti, bahkan tetap bugar di hari tua. Seperti Abah Jumiran yang menutup masa kerjanya selama 15 tahun di Politeknik STTT Bandung pada bulan Juli 2022.

Selamat menikmati masa purna bakti, Abah Jumiran! Terima kasih telah menularkan semangat positif, tetaplah berlari dan semoga senantiasa ada dalam lindungan Alloh Subhanahu wata’ala.

Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X