Laboratorium Persiapan Pertenunan dan Pertenunan
Merupakan fasilitas unggulan untuk pembelajaran, riset terapan, pengembangan produk, serta kolaborasi industri di bidang teknologi pertenunan. Laboratorium memiliki kompetensi pada keseluruhan rangkaian proses pre-weaving dan weaving, mulai dari persiapan benang lusi, penghanian, mini sizing, pencucukan, hingga proses pembentukan kain pada mesin tenun. Didukung fasilitas dan teknologi mesin yang merepresentasikan proses industri, laboratorium ini menjadi lingkungan pembelajaran dan pengembangan teknologi yang memungkinkan eksplorasi berbagai jenis benang, konstruksi kain, struktur tenunan, desain motif, serta optimasi parameter proses. Kompetensi tersebut diperkuat oleh tenaga pengajar dan teknisi yang memiliki pengalaman akademik dan praktis dalam teknologi tekstil, khususnya bidang persiapan pertenunan dan pertenunan.
Fasilitas untuk Pembelajaran dan Pengembangan Teknologi
Laboratorium dirancang untuk memberikan pengalaman hands-on yang mendekati kondisi nyata di industri tekstil. Mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas laboratorium untuk mempelajari pengoperasian dan pengaturan mesin, melakukan analisis karakteristik benang, mengevaluasi weaving ability, merancang konstruksi kain, melakukan setting parameter pertenunan, hingga menganalisis kualitas dan permasalahan yang terjadi selama proses. Fasilitas ini juga mendukung kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa dalam pengembangan kain inovatif, optimasi proses, material tekstil fungsional, teknologi otomasi dan digitalisasi pertenunan, serta pembuatan prototipe produk. Dengan mengintegrasikan teori, praktik, eksperimen, dan pemecahan masalah, laboratorium berperan dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi teknis dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri tekstil yang terus berkembang.
Mitra Kolaborasi Industri, Riset, dan Pengujian
Laboratorium Persiapan Pertenunan dan Pertenunan terbuka untuk kolaborasi dengan industri, perguruan tinggi, lembaga penelitian, IKM/UMKM, dan berbagai mitra strategis dalam kegiatan penelitian terapan, pengembangan produk, evaluasi material, pengujian weaving ability benang, optimasi proses, pembuatan prototipe, serta pelatihan dan pendampingan teknologi. Laboratorium dapat menjadi mitra bagi industri yang ingin mengeksplorasi penggunaan jenis benang baru, menguji kemampuan benang dalam proses pertenunan, mengembangkan konstruksi kain tertentu, atau melakukan trial sebelum proses produksi skala industri. Melalui dukungan kompetensi SDM, fasilitas mesin, dan pendekatan berbasis riset terapan, laboratorium berkomitmen menjadi ruang kolaborasi antara pendidikan vokasi, teknologi, riset, dan kebutuhan industri untuk menghasilkan inovasi tekstil yang aplikatif dan bernilai tambah.
