Integritas dalam bekerja yaitu kemampuan oleh nurani yang mencangkup kesungguhan hati, kenyamanan, ketulusan, totalitas serta tanggung jawab dalam bekerja. Nilai integritas ada disaat mereka bersedia membantu tugas di luar pekerjaan sendiri dan membantu orang lain dalam situasi yang diperlukan.

Sahabat inspiratif kali ini adalah Bapak Hendrayana, bergabung di Politeknik STTT Bandung sejak akhir tahun 2010 sebagai anggota satpam. Kemahirannya dalam menjalankan kendaraan, tak jarang diperbantukan oleh instansi untuk memenuhi kebutuhan driver disaat driver lain sedang sibuk. Semua dijalani selama tidak mengganggu tugas utamanya sebagai satpam. Hingga akhirnya dipercaya menjadi driver pada tahun 2018. Prinsipnya dalam bekerja sangat sederhana namun bermakna yaitu kenyamanan. Nyaman untuk diri sendiri maupun orang lain akan menciptakan situasi dan lingkungan yang kondusif dan minim konflik.

Di saat kondisi pandemi melanda, Pak Hendra dipercaya kembali untuk menjaga keamanan lingkungan kampus dengan menjadi koordinator satpam. Sebagai koordinator satpam, Pak Hendra sempat mengalami beberapa situasi yang membutuhkan pengelolaan ekstra diantaranya kekurangan personil keamanan. Pak Hendra yang awalnya tidak masuk dalam jadwal shift, akhirnya harus kembali terjun dalam jadwal shift serta memerankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai satpam sekaligus koordinator yang memantau dan mengoordinasikan kinerja anggota satpam lainnya.

Saat karyawan lain mengalami perubahan sistem kerja (WfH-WfO), satpam sebagai penjaga keamanan dan ketertiban dituntut untuk tetap bekerja penuh sebagai garda terdepan keamanan di lingkungan kampus. Resiko terdampak covid 19 sangatlah rentan bagi satpam yang setiap hari melakukan pengecekan fisik setiap orang yang keluar masuk lingkungan kerja. Pak Hendra sebagai koordinator berusaha meredam berbagai keluhan dari anggota satpam lain dengan menumbuhkan pengertian serta motivasi dengan mengajak anggota satpam lain untuk fokus pada peran dan tanggung jawab pekerjaan.

Hal lain yang dilakukan Pak Hendra adalah kemampuan berkomunikasi, mulai dari mengajak komunikasi secara personal, secara beregu (per shift), ataupun secara bersama dengan tim satpam. Tujuannya adalah agar tercipta kenyamanan yang selama ini menjadi prinsipnya. Bagi Pak Hendra, tidak semua masalah harus diketahui khalayak. Selama masih bisa diatasi maka masalah diselesaikan dengan kekuatan sendiri, sehingga jika ada permasalahan internal, cukup diselesaikan di dalam regu atau dalam tim satpam. Jika sudah tidak teratasi, masalah disampaikan agar menjadi bahan pertimbangan manajemen.

Kondisi rutin bekerja setiap hari saat pandemi juga memicu kekhawatiran untuk keluarganya. Pak Hendra yang kehilangan istri karena berpulang ke rahmatullah pada September 2020, perlu melakukan adaptasi dan penyesuaian dalam diri sebagai orang tua tunggal dalam menjaga keluarga dari penularan Covid 19.

Diperlukan totalitas dalam pengelola dirinya, keluarga, juga pekerjaan. Tanggung jawab dalam berbagai peran sebagai invididu, orang tua, dan pegawai di kantor.

Menjadi satpam memang bukanlah pekerjaan impian banyak orang. Pekerjaan yang tidak mudah untuk memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja. Kesungguhan dan keteguhan hati dalam menjalankan semua tugas dan fungsi menjadi kunci agar semua pekerjaan dapat dijalankan dengan baik. Tetaplah menjadi garda terdepan dengan dedikasi dan semangat bekerja yang total tanpa mengenal lelah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X