Politeknik STTT Bandung sebagai salah satu sekolah tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian akan mancapai usia 1 abad pada tahun 2022 mendatang, hal ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari sejarah sektor industri di Indonesia. Dalam rangka menyongsong hal tersebut, pada hari kamis, 18 Maret 2021, Soft Launching 100Tahun Pendidikan Tekstil Indonesia digelar oleh Politeknik STTT Bandung yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan. Pejabat Eselon II di kalangan BPSDMI Kemenperin, Alumni, Industri, serta civitas akademika Politeknik STTT Bandung juga turut meramaikan kegiatan tersebut yang diselenggarakan secara offline di ruang Auditorium gedung Magister Lt.4 Politeknik STTT Bandung dan juga secara daring melalui zoom meeting.

Sejarah Politeknik STTT Bandung diawali dengan pendirian Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada 1 April 1922 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Lembaga tersebut didirikan untuk membina industri tekstil dan mempersiapkan tenaga ahli di bidang tekstil, serta mengembangkan teknik dan peralatan pertenunan. Sehingga, jika dihitung sejak berdirinya TIB, maka Politeknik STTT Bandung secara de facto akan memasuki usia 100 tahun pada tahun 2022. TIB juga merupakan cikal bakal berdirinya dua institusi lainnya di lingkungan Kemenperin, yaitu Balai Besar Tekstil yang juga berlokasi di Bandung dan Balai Besar Batik di Yogyakarta.

Di masa ini, Politeknik STTT Bandung sudah matang dalam perannya sebagai pengemban amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sebagai Centre of Excellence dalam bidang sains dan teknologi tekstil. Hal ini juga diperkuat dengan bidang fesyen yang telah menjadi komoditas pasar dengan permintaan yang luar biasa. Hal ini memacu Politeknik STTT Bandung untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Pencapaian 100 tahun pendidikan tekstil Indonesia harus menjadi titik awal bagi Politeknik STTT Bandung dalam mengembalikan kejayaan tektsil Indonesia dan ikut serta dalam mewarnai industri tekstil dunia. Kepala BPSDMI, Arus Gunawan menyampaikan “Kemenperin melalui BPSDMI mendukung peran STTT Bandung dalam penerapan Industri 4.0 dengan membangun dan mengembangkan satelit digital PIDI 4.0 di bidang tekstil dan apparel.”

Satelit digital Politeknik STTT Bandung akan menjadi showcase industri 4.0 di bidang tekstil sekaligus research center pengembangan Industri 4.0, khususnya fuctional textile. Selanjutnya, menjadi pusat pendidikan tekstil dan pusat kerja sama industri 4.0. Satelit digital Politeknik STTT Bandung memiliki lima pilar utama, yaitu showcase, capability, ecosystem, delivery, dan pemanfaatan teknologi.

Direktur Politeknik STTT Bandung, Tina Martina menjelaskan, dengan satelit digital PIDI 4.0 tersebut, dapat dipraktikkan proses produksi TPT dengan teknologi industri 4.0, mulai dari pengukuran tubuh menggunakan body scanner yang memiliki 20 sensor terpasang, kemudian memanfaatkan software CAD untuk membuat pola digital printing, lalu mesin auto cutting yang berfungsi memotong kain menjadi panel garmen, serta mesin jahit untuk proses assembly. Teknologi 4.0 yang diterapkan antara lain digital SOP, augmented for maintenance, realtime critical parameter, IOT & digital twin, OEE dashboard, shop floor management, digital input pass/fail, QR code & trace ability operator, serta virtual reality tour yang terintegrasi dengan mesin-mesin di knitting integration smart laboratory dan dyeing finishing integration smart laboratory.

Politeknik STTT Bandung berhasil menjadi Politeknik ketujuh di Indonesia yang meraih predikat akreditasi A. Peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan dengan mendekatkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri. Pada tahun 2018 Politeknik STTT Bandung juga mengembangakan kurikulum dual system yang link and match antara proses pembelajaran di kampus dengan produksi di industri.

Dalam lima tahun terakhir ini, Politeknik STTT Bandung berhasil mengembangkan pendidikan kearah vertikal dengan pendirian program Magister Terapan pada tahun 2018 dengan didukung pembangunan gedung Magister Terapan yang memiliki fasilitas riset yang memadai.

Peringatan seratus tahun Pendidikan Tekstil di Indonesia menjadi istimewa karena sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang industri nasional. Politeknik STTT Bandung pada usianya yang ke 100 ingin menjadi bagian dari pencapaian cita-cita tersebut, khususnya di bidang penyediaan SDM industri terdidik yang terampil dan andal, maupun dalam pengembangan sains dan teknologi tekstil serta feyen di Indonesia, bahkan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X