*Hari Pendidikan Nasional dan 100 Tahun Pendidikan Tekstil Indonesia*

Ada keterkaitan erat antara Hari Pendidikan Nasional yang sedang kita peringati hari ini dengan sejarah dan keberadaan sekolah kita. Tanggal 2 Mei ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional untuk mengenang dan menghargai jasa Ki Hajar Dewantara dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui pendidikan.

Tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta, beliau mendirikan _Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa_, selanjutnya dikenal sebagai Perguruan Taman Siswa, sebagai sarana perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Sebelumnya, di Bandung pada tahun yang sama, 1 April 1922, pemerintah kolonialisme Belanda mendirikan sekolah kita, _Textiel Inrichting Bandoeng en Batik Proefstation_. *Pada tahun 2022 nanti, Pendidikan Nasional Indonesia dan Pendidikan Tekstil Indonesia akan sama-sama berusia satu abad*. Bagaimana kita memaknai keduanya?

Taman Siswa mengajarkan tentang dasar-dasar kemerdekaan dan membangun semangat nasionalisme bagi masyarakat pribumi Indonesia untuk menjadi bangsa yang merdeka. TIB didirikan untuk memajukan perekonomian kolonial Belanda di Indonesia melalui pendidikan dan pengembangan teknologi tekstil. Meskipun didirikan dengan semangat dan untuk kepentingan yang berbeda, kita bisa memaknai kesamaan di antara keduanya, yaitu kemerdekaan dan kemandirian.

Melalui pendidikan, manusia dididik memiliki otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat serta mentalitas demokratik. Kebanyakan kita pasti hafal dengan tiga ajaran beliau yang sangat terkenal, “Ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani.” Tapi barangkali tidak banyak tahu kelima azas pendidikan yang digagas dan dicita-citakan beliau, yaitu kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan. Pendidikan harus memerdekakan dan melahirkan pribadi dan bangsa yang merdeka.

Merdeka belajar adalah merdeka berpikir, berani dan bertanggung jawab. Tanpa sikap merdeka kita hanya akan melahirkan kejumudan, seragam dalam kepatuhan dan sulit maju.

_Amanat kemerdekaan ada di pundak kita sebagai pewaris sah TIB (Textiel Inrichting Bandoeng, 1922) terlahir hampir kembar dengan Taman Siswa. Tekstil Indonesia harus merdeka dan mandiri, dan kita berkewajiban mewujudkannya dengan pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan._ Semangat merdeka inilah yang juga harus menjadi semangat 100 Tahun Pendidikan Tekstil Indonesia.

Salam sehat selalu, selamat melaksanakan ibadah shaum hari ke-20.

#100thPendidikanTekstilIndonesia
#TekstilIndonesiadariKitauntukDunia
#seratUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X