Bandung, Juni 2026 — Laboratorium Studio Desain Tekstil, Program Studi Teknik Tekstil, Politeknik STTT Bandung, terus memperkuat perannya sebagai ruang pembelajaran, eksplorasi, dan kolaborasi yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata industri tekstil. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Dosen Tamu bersama Bapak Krisnando Trias Tambunan, S.Tr.T., Kepala Produksi Tenun Tria Tambunan, Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada Juni 2026. Menariknya, narasumber yang hadir merupakan alumni Politeknik STTT Bandung, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dari alumni yang telah berkarya dan terlibat langsung dalam industri tekstil kepada generasi mahasiswa saat ini.
Kegiatan dosen tamu ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Praktik Desain Tekstil, khususnya Desain Tekstil 2, pada subpokok bahasan desain motif anyaman campuran. Materi yang diberikan berfokus pada pengenalan dan praktik penggunaan software jacquard SSCAD, yaitu perangkat lunak yang digunakan untuk membantu proses perancangan motif dan struktur kain tenun secara digital. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep desain motif secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman bagaimana sebuah desain dikembangkan menggunakan teknologi digital yang digunakan dalam proses desain tekstil. Salah satu hasil kompetensi yang diperoleh melalui kegiatan ini adalah kemampuan mahasiswa untuk membuat desain kain tenun Ulos menggunakan software SSCAD, dengan memahami proses pengembangan motif hingga penerapannya pada struktur kain tenun.
Lebih dari sekadar kegiatan perkuliahan, program ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama antara Politeknik STTT Bandung dengan IKM Tenun Tria Tambunan. Teknologi yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran juga memiliki cerita kolaborasi tersendiri. Software SSCAD yang digunakan merupakan hibah dari PT Son and Son Indonesia, yang sebelumnya telah dimanfaatkan oleh IKM Tenun Tria Tambunan. Pemanfaatan software tersebut dalam kegiatan pembelajaran menciptakan sebuah ekosistem transfer pengetahuan yang menarik: teknologi dari industri dan IKM dibawa ke lingkungan pendidikan, pengalaman praktis alumni dibagikan kepada mahasiswa, kemudian kompetensi tersebut dikembangkan kembali melalui proses pembelajaran dan penelitian di kampus.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Tekstil, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa tetapi juga memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam mengikuti perkembangan teknologi desain tekstil. Interaksi langsung dengan praktisi memberikan perspektif yang berbeda dari pembelajaran di kelas, khususnya mengenai bagaimana teknologi desain digunakan dalam konteks produksi dan pengembangan produk tekstil. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk melihat bahwa kemampuan desain tekstil tidak berhenti pada menghasilkan motif yang menarik, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai struktur kain, teknologi, proses produksi, dan kebutuhan industri.
Kegiatan dosen tamu ini sekaligus memperlihatkan arah pengembangan Laboratorium Studio Desain Tekstil sebagai laboratorium yang adaptif terhadap transformasi industri. Integrasi antara desain tekstil, teknologi digital, pengalaman industri, dan pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi mahasiswa yang relevan dengan perkembangan Industri 4.0. Ke depan, laboratorium diarahkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan praktikum, tetapi berkembang sebagai ruang kolaborasi untuk pendidikan, penelitian terapan, pengembangan desain, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi tekstil berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan alumni, IKM, dan industri, Laboratorium Studio Desain Tekstil terus membangun jembatan antara kampus dan dunia industri. Kehadiran teknologi digital seperti software jacquard menjadi salah satu langkah menuju proses desain tekstil yang semakin terintegrasi, efisien, dan inovatif. Dari sebuah praktik desain Ulos di ruang laboratorium, lahir pengalaman belajar yang mempertemukan tradisi tekstil, teknologi digital, kompetensi industri, dan kreativitas mahasiswa—sebuah gambaran kecil dari semangat Laboratorium Studio Desain Tekstil untuk terus tumbuh menjadi pusat studi dan inovasi desain tekstil.


