Teaching Factory Terintegrasi dalam Pembelajaran Program Studi Teknik Tekstil

Program Studi Teknik Tekstil Politeknik STTT Bandung mengintegrasikan Teaching Factory (TEFA) ke dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari upaya mendekatkan pengalaman belajar mahasiswa dengan kondisi dan tuntutan dunia industri. Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori dan keterampilan operasional, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa untuk merencanakan, melaksanakan, mengendalikan proses produksi, serta menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Produk yang dihasilkan dari kegiatan praktikum selanjutnya memiliki keberlanjutan pemanfaatan melalui pengelolaan TEFA.

Salah satu implementasi TEFA terdapat pada mata kuliah Praktikum Perajutan, khususnya pada materi rajut datar. Mahasiswa tidak hanya mempelajari mekanisme dan pengoperasian mesin, tetapi diarahkan untuk menghasilkan produk berupa syal. Dalam proses pembuatannya, mahasiswa menerapkan kompetensi mulai dari perancangan desain struktur kain, pengaturan dan pengoperasian mesin rajut, pelaksanaan proses produksi, hingga pengendalian kualitas produk. Produk syal yang dihasilkan kemudian dikelola oleh TEFA sebagai bagian dari merchandise resmi Politeknik STTT Bandung, sehingga hasil pembelajaran mahasiswa memiliki nilai guna dan dapat diperkenalkan sebagai produk institusi.

Implementasi berikutnya dilakukan melalui mata kuliah Praktikum Pertenunan. Pada kegiatan ini mahasiswa menghasilkan produk berupa kain denim. Kain hasil praktikum tidak berhenti sebagai produk pembelajaran, tetapi dimanfaatkan lebih lanjut sebagai bahan baku pembuatan goodie bag dan produk lainnya melalui pengelolaan TEFA. Pemanfaatan hasil praktikum tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai keterkaitan antara proses produksi bahan tekstil dengan proses pengembangan produk jadi.

Integrasi TEFA juga diterapkan melalui pemanfaatan kain grey yang dihasilkan mahasiswa pada praktikum menggunakan mesin tenun rapier Picanol GT-Max. Kain tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan untuk kegiatan praktikum pada Program Studi Kimia Tekstil dan Program Studi Produksi Garmen. Pola pemanfaatan ini membentuk suatu ekosistem pembelajaran yang saling terhubung, dimana produk yang dihasilkan pada satu proses pembelajaran dapat menjadi bahan atau input bagi proses pembelajaran berikutnya.

Penerapan TEFA tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan praktikum di Program Studi Teknik Tekstil telah diarahkan pada siklus pembelajaran berbasis produksi, mulai dari perencanaan produk, desain struktur kain, persiapan dan pengoperasian mesin, pengendalian proses, pengendalian mutu, hingga pemanfaatan dan pengembangan produk. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih utuh mengenai proses produksi tekstil dan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas praktikum.

Melalui integrasi TEFA dalam pembelajaran, Program Studi Teknik Tekstil berupaya memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh mahasiswa memiliki keterkaitan dengan kebutuhan proses produksi di industri. Mahasiswa dibekali pengalaman dalam perencanaan produksi, pengoperasian peralatan produksi, pengendalian proses dan mutu, serta pemanfaatan hasil produksi, sehingga pembelajaran di lingkungan kampus dapat merepresentasikan proses kerja yang lebih mendekati praktik di dunia industri.

Hasil produk yang dikembangkan melalui integrasi pembelajaran dan Teaching Factory dapat dilihat melalui laman resmi produk STT Tekstil Press, antara lain:

Goodie Bag Denim

Syal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


X
obctop pisangbet